Catatan Kuliah Patrologi

a. Patrologi adalah ilmu yang mempelajari Bapa Gereja. Studi sejarah, hidup dan tulisan penulis-penulis kuno yang mencakup semua penulis gereja, baik ortodok maupun heretik. Untuk itu perlu tahu literatur kuno dan situasi pada saat itu.

b. Perumus konsep Patrologi

* dirumuskan pertama kali oleh Johannes Gerhard (+ 1637)

* karyanya: Patrologia Sive de Primitivae Ecclesiae Christianae Doctorum Vita ac Lucubrationibus

* diterbitkan di Jena 1653

https://ratadiajo.wordpress.com/2013/04/28/patrologi/

 Patrologi TIDAK SAMA dengan Patristik

* Patristik adalah zaman para Bapa Gereja yang berkaitan dengan:

– tulisan

– pemikiran teologi Kristen kuno

– ide dan doktrin para Bapa Gereja

d. Sebutan Bapa

* orang yang memimpin keluarga

* Patriark Bapa dan para Bapa

* mengungkapkan kehormatan

– orang-orang Farisi: pemelihara tradisi nenek moyang

– para imam: punya kewajiban mengajar agama dan liturgi

– ahli taurat: mempelajari dan mengajar Taurat dan Hukum

* diarahkan kepada Tuhan: Yang Dipertuan Tuan

e. Siapa saja yang disebut Bapa?

* Helenistik: diberikan kepada guru yang mengajar filsafat (mis: Pitagoras)

* Paulus: Bapa dan pewarta kabar gembira

* sesudah para rasul:

– orang yang diberi kesaksian hidup

– teladan dalam iman dan kebenaran

– Polikarpus menyebut uskup sebagai “Bapa”

– Eusebius menyebut Imam sebagai “Bapa”

– Ireneus: orang yang memimpin komunitas

Untuk menyebut para rasul

– Palladius menyebut para rahib sebagai Bapa

– Basilius para uskup yang berpartisipasi pada Konsili Nicea adalah Bapa

f. Bapa Apostolik adalah para penulis Kristiani dari akhir abad pertama sampai dengan awal abad kedua yang karya-karyanya menggemakan ajaran sejati para rasul.

g. Bapa Apostolik yang terpenting

* Clemens dari Roma

* Ignatius dari Antiokhia

* Polikarpus Uskup Smyrna (murid Rasul Yohanes)

* Pengarang anonym Didache (ajaran 12 rasul dan pengarang Surat Barnabas)

* Justinus dari Asia Kecil

* Hermas

* Ireneus (dianggap Bapa Apostolik karena hubungannya dengan orang-orang yang masih mengenal para rasul)

h. Bapa Gereja adalah para teolog dan penulis dari kedelapan abad pertama (dari abad I – VIII) yang kesucian dan kepandaiannya tersohor.

* mereka saksi iman yang kompeten atas iman dan ajaran gereja

* ajaran mereka diterima dengan suara bulat dan diyakini gereja sebagai penerus tradisi para rasul dan Kitab Suci

* ajaran-ajaran yang mereka tolak dengan bulat, diyakini sebagai ajaran yang sesat (heresi)

* karya-karya mereka tidak seluruhnya luput dari kesalahan

* yang terkenal

– Barat  : Ambroisius, Agustinus, Hieronimus, Gregorius Agung

– Timur            : Johanes Krisostomus, Basilius Agung, Gregorius dari Nazianse

i. Bapa Gereja dibedakan menjadi 2, yaitu:

* Barat         : ajarannya menggunakan Bahasa Latin

* Timur       : ajarannya menggunakan Bahasa Yunani Koine (= bahasa Yunani pasaran). Misalnya:  Syria, Kopt dan Armenia

j.  Bapa Gereja Barat dan Timur

Barat

Timur

Yustinus Martir Ignatius dari Antiokhia
Ireneus dari Lyon Clemens dari Alexandria
Gembala dari Hermas Origenes
Tertulianus Cirilus dari Yerusalem
Cyprianus Atanasius dari Alexandria
Hieronimus Basilius dari Caesarea
Ambroisius Gregorius dari Nissa
Agustinus Gregorius dari Nazianse
Benediktus Casianus
Leo Agung Cirilus dari Alexandria
Gregorius Agung Johanes dari Krisostomus
Anselmus Evagrius
Isidorus dari Sevilla (Bapa Gereja Barat berakhir pada Isidorus dari Sevilla. Selanjutnya disebut teolog) Pseudo – Dionisio – Aeropagita
  Johanes Damassemus (Bapa Gereja Timur berakhir pada Johanes Damassemus. Selanjutnya disebut teolog)

 

k. Karakter Bapa Gereja

* bersatu dalam persekutuan dengan Gereja

* beriman pada Kristus

* guru dalam iman melalui ajaran dan kesaksian hidup

l. Syarat-syarat Bapa Gereja

* ortodoksi ajaran

* kudus dalam hidup

* pengakuan gereja (dapat dilihat dari ajaran yang sering dikutip)

* keunikan dan kekunoan

m. Pentingnya belajar Patrologi

* karya Bapa Gereja masih aktual sampai sekarang

* Bapa Gereja itu saksi tradisi

– menerima

– menyampaikan tradisi iman

– memberikan kesaksian hidup

* teladan berinkulturasi

* para Bapa Gereja adalah orang pertama yang mengkontektualisasikan ajaran filsafat dalam gereja

* untuk mengetahui kegiatan liturgi di masa para rasul (baca Kitab Didache, misal: liturgi baptis, ekaristi)

* untuk mengetahui kegiatan pastoral yang banyak dilaksanakan oleh para awam pada masa itu

* Bapa Gereja mempunyai metode untuk menjelaskan Kitab Suci (dengan metode alegori dan literer)

 

 

 

 

AGAMA PAGAN

a. Paganus artinya orang-orang yang tinggal di desa-desa dalam kekuasaan Romawi

mereka menerima pewartaan Injil dan menjadi Kristen setelah orang-orang kota

b. Dalam Perjanjian Lama

* orang-orang bukan Yahudi disebut goyin (Ibrani= bangsa-bangsa)

* Goyim:

– orang yang beda agama

– orang yang tidak mengenal Allah yang benar

* tokoh-tokoh “bukan Yahudi” (kafir) yang suci, misalnya:

– Melkisedek

– Ratu Syeba

– Ayub

– Ruth

c. Dalam Perjanjian Baru

* orang bukan Yahudi dan bukan Kristiani disebut gentiles

* Gentiles: tinggal di desa-desa

d. Akhir abad II

* paganus artinya orang Yunani dan Romawi yang menyembah banyak dewa

* agama pagan:

– ritus kota

– tak ada hubungan personal dengan Tuhan

– ritus ini berfungsi melindungi kota dari yang jahat

Nota: Konsili Vatikan II menghindari penggunaan kata “KAFIR” dan lebih memilih istilah “bangsa-bangsa” (Latin: Gentiles)

 

PAGANISME

a. artinya :

* kepercayaan rakyat

* semua sIstem agama yang berbeda dengan Kristianisme (tidak termasuk Yudaisme dan Islam)

* semua agama politheistas, pantheistas, zaratustra à Para Bapa Gereja menolak ajaran agama Pagan

b. Ciri-ciri Paganisme:

* percaya pada banyak allah

* para dewa itu immortal

* agama ritual (seremoni)

* dalam sejarahnya, simbol-simbol keagamaan mereka mengalami banyak perubahan

* meminta bantuan dari astrologi (bintang, shio), kurban, majik (santet, ilmu putih)

Nota: Neo-paganisme: sikap orang yang tidak mengakui supremasi nilai-nilai religius, misalnya: kebebasan, keindahan

c. Zaratustra

* monoteis bukan Kristiani dan bukan Yahudi

* peletak dasarnya adalah Zoroaster dari Persia

* agama orang Persia sebelum pindah Islam pada tahun 636

* agama ini didukung oleh Raja Vishtaspa di Iran Timur à agama nasional Iran dan menyebar ke Timur Tengah

* ajarannya bersifat dualisme. Ada dua kekuatan

– kekuatan roh baik (Ahura Mazda)

– kekuatan roh jahat (Ahriman Angra)

Nota: Sejarah dunia merupakan peristiwa perjuangan antara dua kekuatan Ahura Mazda dan Ahriman Angra

–          Ahura Mazda            : kekuatan yang menciptakan terang, hidup, kebenaran, semua yang baik

–          Ahriman         : kegelapan, kejahatan

* Tentang pengadilan terakhir:

– ada pengadilan di akhir hidup manusia

– nasib orang setelah mati merupakan hasil hidupnya di dunia

– semua tindakan, perkataan à tercatat dalam buku kehidupan

– waktu mati à ditimbang

* jahat > baik à neraka

* jahat < baik à surga

* jahat = baik à api penyucian

* tentang manusia:

– manusia pusat drama dunia

– dicipta oleh Ahura Mazda dengan kehendak bebas

– dapat mengabdi pada Ahura Mazda atau Ahriman

– Ahura mengutus Zoroaster untuk menyelamatkan manusia

Nota:

  • Zoroaster: nabi penyelamat manusia
  • Pernah mengalami penampakan
  • Berhubungan langsung dengan Tuhan dan malaikat-malaikat
  • Dalam upacara memuja api à menyalakan lilin di berbagai tempat
  • Kitab Suci: Avesta
  • Pernah dicobai Ahriman

 

d. Panteisme

– pan         : semua

– theos       : tuhan, dewa

– artinya semua adalah tuhan

* kata panteisme muncul pertama kali tahun 1709, tetapi pemikiran panteis sudah setua Hinduisme

* ajaran panteisme:

– di luar Tuhan tidak ada sesuatu ( dunia, manusia, dll, memberi kesan berbeda dari Allah. Padahal sebenarnya hanyalah aspek Allah sendiri)

              – yang ada hanyalah satu kodrat, yaitu yang absolut, yang abadi, yang tak terbatas, eksistensi impersonal

– segala sesuatu, termasuk manusia, adalah kodrat yang tak terbatas, namun ketidakterbatasannya hanyalah refleksi dari yang absolut

– secara empiris, benda-benda berbeda satu sama lain, tapi kodrat terdalamnya adalah satu, sama antara yang satu dan yang lain dan sama dengan Tuhan à Allah, dunia dan manusia itu sama saja

e. Politeisme

* mengakui banyak dewa dan dewi yang jumlah, kedudukan dan pemujaannya berubah-ubah

* ada di lingkungan kebudayaan : Afrika, Asia, Yunani dan Romawi

* agama Taoisme, Hindu, agama-agama suku di Nusantara percaya banyak dewa

Nota:

–          Dewa-dewi à dev (Sansekerta): sinar. Ilah (Arab), toapekong     

–          Roh hyang halus yang berkuasa di daerah dalam bidang tertentu, sehingga dapat merugikan atau menguntungkan orang

–          Dewa-dewi dipuja sesuai: kebutuhan orang dan kemampuan dewa-dewi

–          Dewa tertinggi (pencipta dunia) didampingi dewi bumi dan kesuburan

–          Ada dewa yang membantu manusia, ada dewa yang merugikan

 

 

YUDAISME

a. Tujuan belajar Yudaisme:

* karena akar agama kita adalah agama Yahudi (orang Kristen pertama adalah mereka yang berasal dari agama Yahudi)

* para Bapa Gereja menulis polemik mereka tentang Yudaisme

* para Bapa Gereja perlu tahu Yudaisme untuk menentukan kanon Kitab Suci

b. Arti asli Yudaisme:

* orang Yahudi penghuni Kerajaan Selatan (Yehuda/ Provinsi Yudea)

c. Arti Yudaisme:

* agama orang-orang Yahudi

* agama Yahudi yang tidak mengenal syahadat iman

* monoteistikà percaya kepada satu Allah yang mewahyukan diriNya melalui Kitab Taurat, Para Nabi dan sejarah bangsaNya

* agama Yahudi

d. Siapa yang disebut Bangsa Yahudi?

* bangsa keturunan Abraham à mereka menyebut diri orang Israel

* berabad-abad dijajah bangsa asing

* ibukota negara sebelum Yerusalem dihancurkan tahun 70

* kehilangan tanah air à menyebar, mengungsi ke Mesopotamia, Arab dan Babilonia

e. Siapa yang disebut Bangsa Yahudi Diaspora?

* yang ada di sinagoga à pusat studi, doa, politik, sosial

* komunitas baru di Yamnia (menjadi pusat studi) à sesudah tahun 70

* tahun 185 pusat studi di Galilea

* memperoleh kembali tanah air tahun 1948 (berdiri Negara Israel)

f. Identitas religius dan budaya Yahudi dipertahankan dengan:

* Kitab Suci Yahudi: Taurat

* Sunat: peringatan akan perjanjian Allah dan Abraham

* Ketaatan Hukum Musa

* Sabat: Hari Tuhan

– hari ketujuh dalam minggu

– semua pekerjaan harian dihentikan (alasan: istirahat untuk manusia dan hewan)

 

* Tradisi tertulis

– Midrash: (madras halaka à perilaku)

– Misnah: kumpulan

* Talmud: kumpulan ajaran Yahudi, yang terdiri dari

– Mishna

– Gemara (diskusi tentang Mishna)

g. Kelompok Sosial masyarakat Yahudi

* petugas bait Allah (para imam, kaum levi)

* Imam Besar                                        dan                     Imam-imam kepala

↓                                                                           ↓

Kepala para imam dan Bait Allah                               bekas imam-imam besar & anggota keluarga imam

* Orang-orang Saduki

* Orang-orang Farisi

* Orang-orang Esseni (=kaum biarawan)

 

YUDAIS KRISTIANI

a. artinya: orang Yahudi yang menjadi Kristen dan tetap memelihara Hukum Musa

b. disebut juga Kristen Yahudi à untuk membedakan mereka dengan Kristen dari bangsa-bangsa (Gentiles)

c. Istilah “Kristen Yahudi” luas dan berbeda artinya:

* semua rasul dari seluruh umat perdana adalah orang Kristen Yahudi

* Kristen Yahudi toleran:

– umat Kristen keturunan Yahudi yang tetap berpegang pada Hukum Taurat dan penyunatan tanpa menganggap itu perlu untuk mendapatkan keselamatan

* Kristen Yahudi konservatif:

– kelompok yang berpandangan bahwa pengamatan Hukum Taurat dan penyunatan wajib ditaati oleh semua orang Kristen supaya dapat diselamatkan à golongan bersunat

Kelompok itu terpisah dari Gereja dan menjadi sekte seperti ditulis oleh Yustinus Martir

Nota: bandingkan dengan Gereja di tanah air

  • Kristen Jawa

–        Selamatan untuk orang meninggal

–        Mitoni à ibu hamil harus mandi pada 7 sumber supaya bayinya lahir dengan selamat

–       Tedhak siti à bayi 8-9 bulan dimasukkan di kurungan, lalu bayi akan memilih barang tertentu

–        Puasa Senin-Kamis

  • Kristen Batak

–        Gondhang mula-mula

–        Penghormatan orang meninggal

  • Adven

–        Mengikuti adat Yahudi Perjanjian Lama

d. Proses Pembentukan

* Para Rasul

 

* 120 orang

 

* sesudah Pentakosta

– jumlah pengikut bertambah 3000 orang

– sesudah penyembuhan di kenisah bertambah 5000 orang

e. Tantangan

* dari luar

– dikejar-kejar oleh orang Yahudi Yudaisme à dianggap pengkhianat

– pemimpin Yahudi melarang propaganda atas nama Yesus

– dikejar-kejar oleh kekaisaran Romawi

* dari dalam à muncul 7 diakon

– konflik soal pelayanan antara orang Yahudi Kristen Palestina dengan orang Yahudi Kristen Helenis

– soal sunat, halal tak halal

f. Komunitas Yerusalem

g. Kelompok Kristen Yahudi Palestina

* tidak menyukai Paulus

– alasannya:

a. asal usul Paulus à orang tua dari Galilea dan kewarganegaraan Roma

b. mengejar-ngejar pengikut Kristus di Yerusalem

c. sesudah pertobatan menjadi rasul di antara bangsa kafir

d. ada masalah tentang Hukum Musa bagi orang Kristen kafir (orang Kristen dari bangsa lain)

h. Komunitas Kristen Yahudi di luar Yerusalem

* orang Kristen Yahudi Helenis dikejar-kejar à ke Samaria

i. Organisasi Yudais Kristiani

* para rasul

* diakon (7 orang terpilih) sebagai pembantu

* presbyteroi (orang tua-tua sebagai kepala umat setempat)

* nabi-nabi dan tradisi Yahudi

* Episkopoi (uskup)

j. Spiritualitasnya

* disatukan oleh iman akan Yesus

* doa dan ekaristi di sinagoga dan di rumah-rumah

* hak milik bersama

* setia pada Taurat Musa (sabat, sunat, makanan halal, pembasuhan sebelum berdoa)

* puasa pada hari  Rabu                                        dan                           Jumat

 

Dipercayai pada hari Rabu, Yesus ditangkap dan jumat Yesus sengsara

* mengurapi orang sakit, memperhatikan para janda

* perhatian pada fakir miskin

* hidup dalam kasih persaudaraan

* praktek askese

 

KEHIDUPAN SEHARI-HARI ORANG KRISTIANI (abad I-III)

a. berawal dari tahun 30, Pentakosta di Yerusalem, oleh:

* para rasul

– Markus ke Alexandria

– Yohanes ke Asia, Efesus

– Petrus ke Pontus

– Tomas ke

* awam pedagang dan tentara à menurut kesaksian Tertulianus

b. keluarga

* perkawinan itu suci, tak dapat diputuskan

* menganut paham monogami

* dominasi patriarkhal (civilisasi Yunani dan Romawi)

* perempuan berpengaruh dalam keluarga dan komunitas (tidak aborsi, taat pada perkawinan)

c. budak

* ekonomi berdasarkan perbudakan

* orang Kristen memperlakukan budak secara manusiawi

d. situasi sosial dan politik

* abad I à pertengahan abad III à penganiayaan terhadap orang Kristen

* tantangan dari orang kafir dan orang Yahudi (data dari Laetantais, Eusebius)

– Orang Kristen banyak yang murtad. Ada 4 golongan murtad:

a. sacrificatus à membawa persembahan untuk dewa-dewa atau kaisar

b. libellatus à membawa kesaksian atau keterangan palsu

c. acta faciens à orang Kristen takut mati dan mendaftar menjadi kafir

d. traditor à menyobek Kitab Suci dan berikan ke pemerintah

 

 

APOKRIF

a. arti: tersembunyi, tak dikenal, terselubung

b. sifat:

* sebagian kitab apokrif adalah kitab kanonik

* sebagian diwariskan dengan nama seorang pewaris Kitab Suci

c. latar belakang apokrif:

* masa muda Yesus

* riwayat hidup Bunda Maria

* perjanjian apostolis para rasul

d. tujuan

* meningkatkan devosi umat beriman à kesempatan bagi kaum bidaah untuk menyerang agama Kristen

e. beda pengertian apokrif:

KATOLIK

PROTESTAN

Kitab Yahudi dan Kristen purba yang tidak masuk dalam daftar kanon Pseudo epigraf

 

f. apokrif Perjanjian Lama (abad 2 sebelum Masehi – 1 sesudah Masehi)

* apokrif cerita-cerita: sifatnya legenda (Wahyu Musa, Prolog untuk Sirakh, 3 Ezra, 3 Makabe)

* apokrif didaktik: dipengaruhi pandangan ethis Perjanjian Lama (Mzm 151, Mzm Salomo, 4 Makabe)

* apokrif apokaliptik: saksi-saksi akan masa yang akan datang (4 Ezra, Wasiat Abraham, Sibilina)

g. apokrif Perjanjian Baru (sejak abad 2 sesudah Masehi)

* injil apokrif: Injil untuk orang Ibrani, untuk orang Mesir, Injil Thomas, Injil Masa muda Yesus

* kisah-kisah apokrif: kisah Petrus, Paulus, Andreas, Yohanes, Barnabas

* surat-surat apokrif: surat untuk umat di Alexandria, untuk orang Korintus

* wahyu-wahyu apokrif: Wahyu Petrus, Paulus, Maria, Yohanes

 

METODE EKSEGESE

 

  1. a.  Arti: menafsir atau menggali arti (hermeneutik) → membaca teks dan menafsirkannya dalam lingkup pendengar

b. Memakai disiplin ilmu:

* filologi

* sejarah

* kritik sastra

* sosiologi

  1. c.  Asal usul

* sejak zaman Perjanjian Lama, para penulis Kitab Suci Perjanjian Lama

Para nabi menafsir Pentateukh → untuk melihat ke masa depan

d. Tujuan

* menggali maksud penulis Kitab Suci dalam konteks aslinya (apa yang dimaksud teks pada masanya)

* menggali pesan Kitab Suci untuk masa kini (apa artinya bagi kita)

  1. e.  Sekolah Eksegese

Alexandria

Antiokhia

Pendiri: Clemens dari Alexandria  
Tokoh:

–          Origenes

–          Atanasius

–          Didimus si Buta

–          Cirillus dari Alexandria

Tokoh:

–          Diodorus dari Tarsus

–          Teodorus Mopsuesta

–          Johanes Crisostomus

–          Teodoret dari Ciro

Metode: alegori (melihat makna di balik teks) Metode: literer (menafsir harafiah atas teks dan melihat detail historis dan gramatikal dalam tafsiran Kitab Suci)

 

ALEGORI/TIPOLOGI

  1. a.  Typus : figur, simbol

b. Artinya: penafsiran atau pengertian atas semua unsur yang terdapat dalam kisah satu demi satu dan lebih jauh daripada yang dimaksud oleh kisah itu

 

  1. c.  Metode ini dapat membuka hal-hal:

* moral: mencari arti moral Kitab Suci

* spiritual: menemukan makna dari Kitab Suci

* tipologi: perbandingan dengan yang sekarang ke yang akan datang

* simbol: apa yang ditemukan di dunia ini adalah lambang yang akan datang (antisipasi)

d. Contoh Tafsir Alegori

Kel 16: 13 – 17:6

1 Kor 10:1-5

Tuhan memberi makan manna dan burung puyuh Makanan rohani
Tuhan memberi minum Batu karang → Yesus Kristus

Kej 3:6

Rm 5:14

Adam Yesus Kristus
Gunung Sinai (anak perbudakan = Israel) Yerusalem baru (anak merdeka = Ishak)
Laut merah Pembaptisan

 

 

ORIGENES

  1. a.  Tokoh terbesar, terpandai, kepribadiannya luar biasa

b. Lahir di Alexandria tahun 185

  1. c.  Kepala sekolah di Alexandria

d. Mendirikan sekolah katekese di Caesarea → menghasilkan tokoh terkenal: Gregorius Taumaturgo, Eusebius

  1. e.  Mendirikan sekolah di Antiokhia → menekankan arti literal dan gramatikal
  2. f.  Metode berpikir Origenes: platonis
  3. g.  Karyanya: 6000 jilid

h. Esapla: menulis Kitab Suci dalam 6 bahasa secara pararel untuk memudahkan perbandingan

  1.  Scholia: penjelasan-penjelasan Kitab Suci
  2.  Homili: kotbah pada hari Rabu dan Kamis

k. Doktrin tafsir Kitab Suci:

* Kitab Suci merupakan Sabda Allah yang hidup dan secara langsung menyapa manusia hari ini. Pemahaman Kitab Suci perlu rahmat Allah

* ada 3 arti dalam Kitab Suci: historis, mistik dan moral

* Kitab Suci perlu dicari arti spiritualnya: “tiap kata punya arti spiritual, tapi tak semua kata mempunyai arti literer atau historis”

* Perjanjian Lama adalah pre-figur dan antisipasi dari Perjanjian Baru. Perjanjian Lama hanya dapat dipahami di bawah terang Perjanjian Baru

 

KIDUNG AGUNG

  1. a.  Nyanyian cinta yang ditujukan pada mempelai laki-laki Yahwe dan mempelai wanita Israel

b. Mempelai laki-laki: Kristus; mempelai wanita: Gereja (jiwa yang terarah pada Kristus)

c. Perempuan muda yang mengelilingi mempelai → jiwa yang belum sempurna yang berlari di belakang mempelai

d. Mempelai wanita → simbol jiwa yang maju dalam kesempurnaan

  1. e.  Puisi profan yang erotis (a la nyanyian Arab kuno)

f. Alegori cinta Allah (mempelai laki-laki) bagi bangsaNya Israel (mempelai wanita)

  1. g.  Pesan rohani:

* konfrontasi dan harapan bagi Israel di masa sulit pembuangan dan penghancuran Yerusalem

* tak mungkin Allah meninggalkan mempelaiNya Israel

* Kidung Agung merupakan ungkapan iman dan harapan

 

 

GNOSTISISME

  1. a.  Berkembang pada abad I dan II → zaman sekarang: New Movement

b. Gnostisisme (Yunani)

* gnostikos = seseorang yang mengetahui

* apa yang diketahuinya disebut gnosis (pengetahuan tentang dunia esoteris)

*            Gnosis                                           Sophia

 

tahu karena wahyu (wangsit)                 tahu karena pakai akal budi

* gerakan agama yang bersifat dualistik

* mencampuradukkan unsur-unsur filsafat Yunani, Yahudi dan Kekristenan

* menekankan gnosis (pengetahuan dan rahasia terhadap keselamatan)

      – pengetahuan diperoleh bukan melalui akal budi, melainkan melalui kesadaran mistis → wahyu langsung atau tradisi rahasia (bdk. Kol 2:8-16; Why 2:24)

  1. c.  Nilai positif adanya Gnotisisme

* membuat kekristenan makin berkembang dan mendalami identitas dirinya

* reaksi gereja purba terhadap gnostisisme

– menyusun kanon

– menyusun teologi

– menyusun organisasi episkopal dalam gereja

 

d. Ciri-ciri Gnostik

* memahami bahwa pengetahuan atau pengertian membuka kebebasan dan menyelamatkan manusia

* menolak keadaan sekarang yang konkret → ingin menuju yang adikodrati

* menghina apa-apa yang bersifat jasmani

* “mengungsi” ke alam transenden → cirinya: penglihatan, wahyu-wahyu pribadi

* perhatian pada manusia (apakah manusia itu, dari mana asalnya, mau kemana) → jawaban mereka: Tuhanlah asal mula manusia

* menimba gagasan dari macam-macam sumber

– Yudaisme, agama-agama lain, Injil-injil kanonis dan non-kanonis, wahyu-wahyu khusus

* spekulasi teologis

– emanasi sifat-sifat Tuhan

– penjelmaan

Emanasi: realitas yang keluar dari sumber (Allah) seperti cahaya keluar dari matahari. Demiurgo itu salah satu dari eon (percikan) Tuhan yang menciptakan manusia. Manusia itu campuran eon Tuhan dengan materi yang berasal dari prinsip kejahatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* dualisme mutlak antara Tuhan dan dunia, antara jiwa dan raga, antara terang dan kegelapan yang menguasai segala kehidupan sebagai daya yang berlawanan

* jiwa itu serupa pijar dari terang ilahi, yang terbelenggu dalam raga

  1. e.  Pendapat para Bapa Gereja

* gnostisisme itu penyimpangan dari agama Kristen → pendapat ini tidak dapat dipertahankan, karena ada gnostisisme pre-kristiani dan gnostisisme kristiani

* gnostisisme adalah cara berpikir yang bersifat keagamaan

* pada zaman Helenis telah berpengaruh pada semua religi besar dan agama Kristen dan Yahudi

  1. f.   Dua aliran Gnosis
    1. Gnosis pre-kristiani: percampuran antara ratio (Yunani) dengan agama Timur

 

 

 

 

 

 

  1. Gnosis kristiani: tambahan antara dogma dan gnosis pre-kristiani

* tingkat iman diangkat ke tingkat pengetahuan dengan alasan agar agama Kristen diterima oleh aliran intelektual

* aliran ini menyangkal: penjelmaan (inkarnasi) dan keselamatan oleh Kristus

Pendapat mereka: Kristus itu emanasi misteri Allah

* menolak tradisi dan Kitab Suci dengan alasan mereka mendapat pengetahuan istimewa dari tradisi dan pewahyuan rahasia

 

 

 

g. Ajaran Gnosis

* tentang penciptaan: langit dan bumi diciptakan oleh kekuatan lebih rendah yang memenjarakan api cahaya murni (roh) dalam ciptaan materiil

* tentang keselamatan: tubuh materiil beserta nafsu dan kejahatannya adalah bagian dunia yang pada hakekatnya terasing dari roh.

Keselamatan dapat dicapai dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang secara ritual merusakkan tubuh

* tentang gender: kaum perempuan itu makhluk dengan kodrat lebih rendah daripada laki-laki dengan alasan fungsi reproduksinya

 

 

Di lain pihak kaum gnostik memberi peran kepemimpinan pada perempuan dalam kebaktian → perempuan diundang mengucapkan kata-kata konsekrasi atas piala

h. Tokoh-tokoh

VALENTINUS

MARCION

Lahir: di Mesir Lahir: di Pontus, Turki

Ayahnya seorang uskup

Ajarannya:

–          Sistem waktu abadi yang rumit

–          Allah: misteri 3 dimensi yang rumit, darinya beremanasi sekitar 30 tatanan dari dunia surgawi

–          Penciptaan jagad jasmani dicipta oleh Demiurgo/keilahian yang lebih rendah dari Tuhan

–          Dunia terbagi menjadi 3 tingkat:

  • Langit-langit
  • Dunia hidup
  • Material paling rendah
Ajarannya: TENTANG ALLAH

–          Allah yang dimaklumkan para nabi adalah Allah yang jahat dan pecinta perang

–          Bapa adalah Allah yang mencipta Yesus. Yesus berasal dari Bapa

–          Menolak Kitab Suci Perjanjian Lama karena Allah (Perjanjian Lama) itu jahat dan Kitab Ibrani (lihat prolog Kitab Ibrani)

–          Yesus datang untuk meniadakan hukum dan nabi-nabi

  Pengertian Marcion mengenai Allah terpengaruh gnosis

–          Allah yang tinggal pada langit-langit (atas)

–          Allah yang baik, tetapi lebih kecil (bawah)

  Dunia materiil adalah jahat seturut kodratnya

–          Yesus datang untuk membebaskan kita dari dunia materiil

 

RUMUSAN LITURGI DAN HUKUM KANONIK

1. SYMBOLUM APOSTOLICUM

  1. Artinya: syahadat para rasul: merupakan ringkasan doktrin atau ajaran pokok agama Kristen
  2. Munculnya syahadat:

–          Adanya aneka perbedaan pandangan dan munculnya bidaah memaksa Gereja untuk menjelaskan ajaran-ajaran yang dirumuskan dalam bentuk SYAHADAT

  1. Syahadat dipakai dalam:

–          Upacara permandian

–          Mengajar katekumen

–          Pegangan dalam diskusi dengan haeretici

  1. Muncul persoalan: Apakah Symbolum Apostolicum ini benar dari para rasul?

PENDAPAT I (dari Rofinus dari Aquilea dan Ambroisius)

PENDAPAT II

PENDAPAT III (penjelasan Marcus Aurelius – Uskup Agung Yunani)

PENDAPAT IV

Syahadat ini disusun langsung oleh para rasul sendiri Masing-masing rasul telah menyusun salah satu dari kedua belas pasal simbolum itu

Misal:

Petrus: Aku percaya….s/d…….langit dan bumi

Andreas: …dan akan Yesus Kristus……..s/d…….Tuhan kita

1. Gereja Timur tidak tahu bentuk syahadat yang dipakai di Gereja Barat

2. Tidak tahu asal-usul syahadat itu

Isi essensial berasal dari zaman para rasul, tetapi perumusannya merupakan hasil perkembangan yang terjadi secara berangsur-angsur

 

  1. e.       Ada 3 rumusan (asal-usul syahadat)
    1. 1.   Rumusan Kristologis (1 Kor 15:3; Flp 2:5-11; 1 Ptr 3:18-22)

Kis 8:37: “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah”

Dipakai sampai abad II…….kemudian ditambah gelar lain pada Yesus PENYELAMAT

Bdk. Ignatius Antiokhia menyatakan imannya dengan formula

Yesus Kristus keturunan Daud, anak Maria, sungguh manusia Putera Allah penyelamat yang telah mati karena dosa-dosa kita

  1. 2.   Rumusan Triniter

Dasarnya kata-kata Yesus dalam Matius 28:19: “Pergilah ke seluruh dunia dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus”

 

Bdk. Pendapat Yustinus Martir pada tahun 150:

“para calon permandian menerima penyucian dengan air atas nama Allah Bapa Tuhan semesta alam dan Yesus Kristus penyelamat serta Roh Kudus”

Antara tahun 150-180 sudah tersusun Symbolum Apostolicum dengan rumusan

“Aku percaya akan Bapa, mahakuasa

dan akan Yesus Kristus, penyelamat kita

akan Roh Kudus, penghibur

akan Gereja yang kudus

dan akan penghapusan dosa-dosa”

  1. 3.   Rumusan Kombinasi (tahun 200)

“Aku percaya akan Allah Bapa yang mahakuasa

dan akan Yesus Kristus, putera Allah

yang dikandung dari Roh Kudus oleh Perawan Maria

yang disalibkan wafat dan dimakamkan waktu Pontius Pilatus

dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga

dan yang naik ke surga

duduk di sebelah kanan Bapa untuk menghakimi orang hidup dan mati

aku percaya akan Roh Kudus dan Gereja yang kudus

dan kebangkitan orang mati”

 

2.BUKU PEGANGAN LITURGI DAN HUKUM GEREJA

  1. a.  Isinya: tentang petunjuk, peraturan, norma bidang liturgi

Misalnya: mengenai sakramen, ibadat, tahbisan, organisasi umat, hirarki

b. Ada 3 buku:

* Didache

* Apostolica Traditio

* Didascalia Apostolorum

 

DIDACHE

  1. a.  Manuskrip yang judulnya “Instruksi Tuhan kepada orang kafir….dengan perantaraan kedua belas rasul”

b. Nama pengarang tidak diketahui

  1. c.  Teks asli dalam bahasa Yunani, tahun 1883 oleh Philotheos Bryennios (Metropolit Ortodoks) di Nikomedia

d. Dokumen terpenting dari masa sesudah para rasul, karena merupakan sumber paling kuno mengenai liturgi dan hukum gereja

  1. e.  Penulisan: sekitar tahun 50-70 sesudah Masehi
  2. f.  Terdiri dari 16 bab
  3. g.  Isi Didache:

* bab 1-6  : semacam etika Kristen → mengandung dimensi pembedaan roh

Ada 2 jalan, yaitu jalan kehidupan dan jalan kematian

* bab 7-10            : petunjuk untuk liturgi (pembaptisan, puasa, doa Bapa Kami, Ekaristi, Pengakuan dosa)

* bab 11-15: petunjuk untuk kehidupan umat

Para pejabat gereja

Petunjuk bagaimana menyambut rasul dan nabi-nabi

Petunjuk bagaimana menyambut orang Kristen dari tempat lain

Mengenai hari Minggu

* bab 16   : mengenai eskatologia

 

APOSTOLICA TRADITIO

  1. a.  Disusun oleh Hippolytus dari Roma → penulis Gereja Latin abad II

 

 

b. Tulisannya bersifat anti heresies

  1. c.  Kemungkinan bukan berasal dari Roma tapi dari Timur

Alasannya: – pengetahuannya tentang filsafat Yunani

–    alam pikiran bersifat Yunani

–    bahasa yang dipakai bahasa Yunani

 

HERESI

  1. a.  heresi = bidaah = ajaran sesat

 

 

b. heresi adalah:

*  kelompok atau pendapat yang memisahkan diri

* orang yang menyangkal kebenaran atau meragukan suatu kebenaran yang sebenarnya harus diimani sesudah orang dibaptis (bdk. KHK 751, 1364)

  1. c.  Aneka bidaah

1. Sesatan yang berhubungan dengan keyahudian

2. Gnostisisme

3. Montanisme

4. Manikeisme

5. Sesatan Trinitas

6. Sesatan Kristologi

7. Sesatan Rahmat

 

SESATAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEYAHUDIAN

  1. a.   Simon tukang sihir

* berasal dari Samaria

* bermaksud membeli kekuatan dari para rasul untuk membuat mukjizat

* baca Kis 8:9-24

  1. b.   Ebionit

* ebionit (Ibrani) = orang-orang miskin

* kelompok asketis orang Yahudi Kristiani yang hidup pada abad 1-2

* tidak mau makan daging / minum anggur; tidak mau menikah

* ajaran:

– Yesus anak Maria dan Yosep adalah manusia biasa yang dituruni Roh Kudus waktu dibaptis

(= menolak keilahian Yesus)

– taat pada hukum Musa dan menolak Santo Paulus

  1. c.    Milenarisme / Khiliasme

* milles (Latin) = seribu ; chiliasme (Yunani) = seribu → tahun yang genap dengan kelipatan 1000

* millenarisme dilatarbelakangi:

– tradisi Ibrani yang menanti Kerajaan Mesias

– gnostik (menurut aliran ini): Yerusalem baru, turun di sekitar Frigia

– Yudaisme – Kristiani

– penafsiran harafiah Wahyu 20:1-7

* ajaran: percaya bahwa Kristus akan berkuasa di dunia selama 1000 tahun bersama orang-orang kudusNya sampai akhirnya setan dapat dikalahkan dan orang-orang masuk kemuliaan abadi

* ajaran ini diikuti oleh Yustinus Martir, Ireneus dari Lyon, Agustinus dari Hippo

* ditentang oleh Ambrosius

Menurutnya: kebangkitan yang terdapat dalam kitab Wahyu adalah kebangkitan sesudah  kematian

 

 

 

GNOSTISISME

  1. a.  Pra-Kristiani

b. Kristiani

  1. c.  Tokoh: Basilides, Valentinus, Marcion

d. Aliran sinkretis yang mencampurkan kebenaran Kristiani dengan unsur mistik dan filsafat Yunani, agama Parsi dan Mesir, mitologi dan astronomi

 

MONTANISME

  1. Pendiri: Montanus dari Frigia (Asia Kecil)
  2. Semula seorang imam kafir yang bertobat
  3. Menganggap diri sebagai corong Roh Kudus (bdk. Yoh 14:26)
  4. Memulai kegiatan sesudah mengalami ektase
  5. Dibantu oleh Maximilia dan Priscila
  6. Ciri-ciri Montanisme

* harapan akan terbentuknya kerajaan seribu tahun (chiliastis)

* kehangatan semangat (antusiasme) keagamaan dan spiritualisme

* pewahyuan perorangan lebih penting daripada kekuasaan ajaran Gereja

* menekankan bahasa roh

* tidak mendukung kemartiran

* aturan moral yang keras

– melarang perkawinan kedua

– puasa yang keras

– sedekah

– berdandan itu dosa

– ilmu pengetahuan dan kesenian dilarang untuk orang Kristen

– dosa-dosa berat tidak boleh diampuni oleh Gereja

– kaum Montanis menyebut diri kaum pneumatis (spiritualis) dan menganggap orang Kristen   biasa golongan psychici (= animalis)

 

MANIKEISME

  1. Pendiri: Mani → berasal dari keluarga Yahudi Kristiani
  2. Menyebut diri seorang pengganti
  3. Ciri: sekte sinkretis antara Yahudi Kristiani, Buddhisme, Iranianisme, Gnostisisme, Hinduisme
  4. Ajaran: ada dua prinsip yang bertentangan terang dan gelap

Terang     : kebaikan yang menyelamatkan (berada di utara)

Gelap       : kejahatan (berada di selatan)

  1. Pencipta dunia adalah Demiuge (gnostisisme)
  2. Untuk mengatasi unsur kegelapan, manusia perlu askese keras

* tidak makan daging, hanya buah-buahan, sayuran, roti dan air

* matiraga seks

* berpuasa 100 hari setahun

  1. Pengikut dibagi dua

* para terpilih

– askese keras

– puasa

– hidup dari pemberian pendengar

– melaksanakan liturgi

– menulis buku doa

* para pendengar (diikuti oleh St. Ahustinus sampai dengan pertobatannya)

 

SESATAN TRINITARIS

  1. a.   Arianisme

* bidaah yang menentang ke-allah-an Putera

* tokoh: Arius

* ajaran:

Allah itu tanpa awal, harus tak tercipta dan tak terlahir

     – Allah menciptakan Logos dari ketiadaan

     – fungsi Logos adalah pengantara antara Allah dan ciptaan

     – Logos menjelma dalam manusia Yesus dan berfungsi sebagai jiwa

     – Maria bukan Teotokos

  1. b.   Macedonianisme

* bidaah yang menentang ke-allah-an Roh Kudus

* tokoh: Macedonius

* pengikut disebut Macedonian / pneumatomachi

* ajaran: Roh Kudus tak sehakekat dengan Bapa dan Putera

* ditolak dalam Konsili Konstantinopel I tahun 381

  1. c.    Modalisme

* bidaah yang menekankan kesatuan ilahi, sehingga menolak bahwa Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah pribadi-pribadi yang berbeda

* tokoh: Noetus

* disebarkan di barat (Praxeas, Sibellius)

* ajaran: Trinitas itu (Bapa, Putera, Roh Kudus) bukan tiga, melainkan satu pribadi dengan tiga modus (cara)

 

SESATAN KRISTOLOGI

  1. a.   Apolinarisme

* tokoh: Appolinaris dari Laodicea

* ajaran:

– terlalu menekankan ke-allah-an Kristus, sehingga menyangkal kemanusiaan Kristus

     – Kristus itu tidak mempunyai roh atau jiwa rasional

     – padaNya ada Logos ilahi

  1. b.   Nestorianisme

* tokoh: Nestorius

* ajaran:

– dalam Kristus ada 2 pribadi yang berbeda, yaitu manusiawi dan ilahi

     – Maria itu bukan Teotokos, tapi Bunda Yesus manusia

– tidak mungkin Sabda Allah menjadi manusia, tapi Dia mempersatukan diri dengan seorang  manusia yang sudah ada. Jadi Allah tidak dilahirkan sebagai manusia

  1. c.    Monophisitisme

* tokoh: Timoteus Aerulus

* ajaran: Kristus itu satu kodrat. Sebelum inkarnasi memiliki kodrat ilahi

  1. d.   Monotheletisme

*   lahir abad 6

* ajaran: Kristus meskipun mempunyai kodrat manusiawi, tidak mempunyai kehendak manusiawi, melainkan hanya mempunyai satu kehendak (kehendak ilahi)

 

SESATAN RAHMAT

  1. a.   Pelagianisme

* tokoh: Pellagius, rahib dari Inggris

* ajaran:

– manusia dapat memperoleh keselamatan lewat ketekunan usaha sendiri

– dosa asal itu contoh jelek Adam dan tidak berakibat buruk pada keturunannya dan tak memperoleh penggunaan kehendak bebas kodrati manusia

– rahmat itu contoh bagus yang diberikan oleh Kristus

– orang perlu askese ketat

* ditentang oleh Agustinus dan Konsili Efesus

  1. b.   Donatisme

* tokoh: Donatus

* ajaran:

– orang yang berada di luar persekutuan Gereja tidak mempunyai rahmat, maka tidak boleh menerima tahbisan

– seorang pendosa publik harus dibaptis lagi

 

  1. c.    Mesalianisme

* lahir di Mesopotamia

* ajaran:

– karena dosa Adam, roh jahat ada dalam tiap jiwa dan hanya dapat diusir dengan doa dan matiraga

– setiap pekerjaan yang dianggap buruk harus dihindari

– mimpi dianggap wahyu

 

 

HIDUP MONASTIK DAN MARTIR

MONAKISME

  1. Monje (rahib) → monachos = hidup sendiri
  2. Monasterio = kediaman para rahib
  3. Ada dua bentuk:

* anacoret = eremit: mengundurkan diri jauh dari masyarakat

* cenobit (cena = makan malam): hidup bersama

  1. Asal-usul

* teladan dan ajaran

– Yesus → Mat 19:12

– Paulus → 1 Kor 7

  1. e.    Motivasinya

* reaksi terhadap sekularisme Gereja

* kecewa dengan lingkungan yang tak bermoral

* membebaskan diri dari belenggu sosial pernikahan

* cara lain menghayati kemartiran

* askese

* alasan politik (penganiayaan)

  1. Kehidupan sehari-hari

* tempat tinggal: gua/tiang, pondok, tugu, di atas pohon

* pakaian / jubah

– ada yang tanpa pakaian

– terbuat dari kulit binatang

– menggunakan skapulir dan capus

* puasa dan pantang selama 40 hari

* makanan

– makan sekali sehari (siang)

– roti, sayuran, minyak zaitun dan anggur

* doa

– mendaraskan Kitab Suci sambil bekerja

– abad IV mulai dengan ibadat pagi dan sore

  1. g.   Para rahib pertama dari Timur

* Antonius dari Mesir

* Pakomius (mendirikan hidup monastik senobit)

* Basilius Agung (Bapa monakisme Timur)

* Makarius

* Evagrius

* Palladinus

  1. Monakisme awal

* monakisme awal menyebar ke Mesir, Palestina, Siria, Mesopotamia

* ciri:

– tidak mempunyai bentuk yuridis konkret

– calon di bawah bimbingan seorang guru rohani, seorang bapa (abbas)

  1. i.     Para rahib dari Barat

* Atanasius dari Alexandria

* Hieronimus

* Agustinus

* Yohanes Kasianus (mendirikan monakisme untuk wanita dan pria. Menekankan discernment bagi para biarawan)

* Benediktus {regula Benediktin menjadi inspirasi monakisme di Barat; Opus Dei (liturgi dan doa)}

  1. Karya-karya monakus / rahib

* surat-surat

* regula

* proverbia (kata-kata mutiara)

* manual

* biografi

 

KEMARTIRAN

  1. Martir (Yunani = saksi)

* Orang Kristen yang menderita dan mati, karena iman dan cinta pada Kristus (LG 50)

  1. Pengejaran pada dua abad pertama

* Nero

* Trajanus

* Marcus Aurelio (Martir: Yustinus martir, Polikarpus, Ireneus)

  1. Penganiayaan abad ketiga → dekrit anti kristiani

* dijalankan atas perintah kaisar Septimus Severus, Decius, Valerius, Diokletianus

  1. d.   Alasan kemartiran

* menolak kultus terhadap kaisar

* menolak ambil bagian dalam pertunjukkan kafir (wajib militer, gladiator)

* dituduh penyebab malapetaka (wabah penyakit, gempa bumi, serbuan bangsa Barbar)

  1. e.    ACTA MARTIRUM

* sumber penting tentang sejarah penganiayaan

* dibagi dalam 3 jenis:

– semua perkara resmi yang dicatat petugas

– kesaksian para saksi mata

– legenda-legenda mengenai para martir:

@ fakta sejarah dicampur legenda

@ legenda murni

  1. f.     Martirologi

* buku liturgi yang berisi nama para martir

 

 

EKLESIOLOGI PATRISTIK

* Sumber utama situasi gereja masa patristik

– Kitab Suci

– Didache

– Tulisan Bapa Gereja:

1. Surat Polikarpus kepada umat di Smyrna

2. Gembala dari Hermas

3. Surat Ignatius kepada umat di Antiokhia

4. Ciprianus

  1. Figur Gereja dari sumber-sumber Kitab Suci Perjanjian Baru

* Gereja itu

– umat Allah baru

– partner perjanjian yang terakhir dan definitif

– kelompok sosial yang berbeda

* Gereja berkembang dalam jumlah

– Yerusalem → digembalakan oleh Yakobus

– Antiokhia → tempat kerasulan Petrus, Paulus, Barnabas

– Alexandria → tempat kotbah Petrus dan Markus

– Roma → tempat kedudukan Petrus

* Gereja Roma mempunyai keprimatan atas gereja-gereja lain

– sumbernya:

1. Surat-surat Ignatius dari Antiokhia

2. Prasasti pada makam Albercius

3. Surat Ireneus dalam Adversus Haereses

* Perkembangan institusional dan kultural yang pesat, misalnya

– menyusun Credo

– menetapkan kanon Kitab Suci Perjanjian Baru dan norma penafsiran

– menyempurnakan ritus

– perayaan Ekaristi dan sakramen lain

– melengkapi hirarki

 

 

* Kodrat dan fungsi Gereja diterangkan dengan metode simbolik

– simbol Ibu → Gereja disimbolkan dengan ibu oleh Ciprianus, Yohanes Krisostomus, Hipolitus, Didimus si Buta, maka Gereja harus memiliki kerahiman

– simbol Bahtera (oleh Hieronimus, Agustinus) → Gereja harus memiliki satu nahkoda (yaitu Paus)

– simbol Perawan / mempelai perempuan → oleh Origenes, Ciprianus

– simbol Kesatuan (satu) → oleh Klemens dari Roma, Agustinus, Ciprianus

  1. Pendapat Ireneus

* Eklesiologinya diringkas dengan REKAPITULASI: Allah membarui penciptaan kembali melalui Kristus, kepala Gereja

* pada zamannya terdapat bidaah gnostisisme dan neo-platonisme

* menurutnya: ajaran para rasul diwariskan pada semua orang, sedangkan bidaah-bidaah tidak melanjutkan ajaran para rasul. Mereka tidak mempunyai kharisma kebenaran, karena tidak berhubungan langsung dengan para rasul

  1. Pendapat Origenes

* Eklesiologinya:

Gereja itu kaum orang kudus, Civitas Dei yang sementara hidup berdampingan dengan negara ekumenis, tubuh mistik Kristus

– sebagaimana jiwa tinggal dalam tubuh, demikian juga Kristus tinggal dalam Gereja

  1. Pendapat Gembala dari Hermas

* Eklesiologinya:

Gereja muncul dalam sosok seorang perempuan tua yang berubahnya sebagai seorang gadis

Perempuan tua lambang Gereja yang diciptakan lama sesudah segala sesuatu belum ada. Jiwa yang dipilih Allah dilambangkan dengan seorang gadis

Gereja bagaikan menara mistik yang didirikan di atas batu karang Putera Allah

  1. Pendapat Ciprianus

* Ajaran: tentang kesatuan Gereja

– Gereja itu terdiri dari dua kelompok besar:

^ pastor yang diketuai uskup

^ umat

– asal Episkopat adalah otoritas Petrus yang menjamin kesatuan Gereja

– namun prinsip hakiki Gereja bukan hierarki, melainkan Kristus yang hadir dalam Sakramen Ekaristi

  1. Pendapat Tertulianus

* Eklesiologinya: Gereja itu Tubuh Kristus

– pembaptisan menjadikan orang “mengenakan Kristus” → peristiwa komuniter

– sakramen baptis tidak dapat dilepaskan dari Sakramen Ekaristi → communio

  1. Pendapat Agustinus

* Ajaran:

–  kodrat Gereja itu historis dan eskatologis

– dasar eklesiologis Agustinus adalah Kristologi → Kristus sebagai kepala selalu hadir dan berkarya serta sebagai tubuhNya yang dijiwai Roh Kudus

Kristus dan Gereja satu tubuh

– penjaga kesatuan Gereja adalah Regula Fidei

^ otoritas Konsili

^ tahta Petrus

^ sakramen-sakramen

– Gereja itu kudus meskipun anggota-anggotanya berdosa: societas mixta

  1. Didache

* Gereja itu sifatnya universal

* Gereja berarti:

– kumpulan orang yang bersatu dalam doa

– umat baru yang nantinya akan menjadi anggota Kerajaan Allah

* simbol Gereja: roti Ekaristi → karena dibuat dari banyak butir gandum

 

Tinggalkan komentar

Filed under Diktat dan Catatan Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s