Filsafat Politik, 18 Februari 2013

Sejak Thomas Hobbes, politik adalah milik individu, milik manusia sebagai makhluk individu. Manusia menjadi fokus dalam politik. Apakah sebelumnya bukan manusia? Dalam Hobbes yang dimaksud manusia adalah individu. Yang dimaksud individu adalah dia dengan segala kebebasan dan hak-hak yang menyertainya. Politik menjadi eksplorasi dari prinsip-prinsip individualis. Jadi yang bergerak dalam konsep-konsep filsafat politik itu, punya fondasi pada konsep2 manusia sebagai individu. Sedikit kita mengingat, Machiavelli melihat politik langsung berurusan dengan kekuasaan dan penguasa. Aristoteles melihat politik beruurasn dengan komunitas yang terarah pada tujuan tertinggi. Jadi, buku Politik Aristoteles berjudul “Politic” sama seperti Plato yang punya judul buku “Politheia”. Agustinus dan Thomas Aquinas termasuk Al-Farabi, politik berarti perkara tata hidup yang difondasikan pada prinsip-prinsip iman. Agustinus menulis buku De Civitas Dei. Al-Farabi menulis “The Virtus City” kota atau peradaban yang punya keutamaan. Thomas Aquinas memberi judul bukunya Summa Contra Gentiles, intisari tentang prinsip-prinsip politik melawan prinsip-prinsip kafir, menentang cara pikir yang bukan kristiani.

Hobbes menggulirkan sebuah wacana modern yang diwarisi oleh Machiavelli, yaitu soal penguasa, dalam Thomas Hobbes, politik adalah urusan individu. Legitimasi kekuasaan hanya menjadi sah ketika mengabdi, membela individu. Sejak Hobbes muncul pula John Locke, Jacques Rousseau, Montesquieu, dll. Hobbes betul-betul mengubah cara berpikir baru. Hobbes mengintroduksi politik sebagai sebagai sebuah konsen, persetujuan. Political power doesn’t come from above. It is come from below. Karena itu, bagaimana dengan legitimasi dirinya sebagai pemimpin? Menurut Hobbes hanya menjadi mungkin kalau difondasikan pada kesepakatan. Negara dibentuk dari dua hal yaitu naturaL dan artificial. Negara punya fondasi karakter natural dan punya fondasi karakter artifisial. Artifisial artinya bahwa negara merupakan produk art, atau ARTE, artinya seni. Dalam bahasa Yunani, arte mengatakan semua kepandaian, keindahan, kesenian. Logika kekuasaan politik yang diurus oleh Hobbes berada pada koridor artifisial. Aristoteles, Machiavelli, Thomas, Agustinus, Plato masuk dalam koridor NATURAL. Apa yang dimaksud dengan artifisial Hobbes? Menurut Hobbes, manusia sebagai individu dilahirkan bebas, dilahirkan sama, artinya sama dalam hubungannya dengan kebebasan. Menurut Hobbes, ketika manusia itu lahir, manusia memiliki apa yang disebut fakultas tubuh dan akal budi yang sama. Hobbes sadar bahwa tak mungkin sama persis, sebab ada yang lebih pandai, pandai, dan kurang pandai, dari sisi akal budi. Dari sisi tubuh, problemnya sama, yaitu ada yang besar, kecil, tinggi, pendek, kuat, lemah, gemuk, kurus, dst. Bagaimana mungkin secara filosofis, manusia sejauh dilahirkan sama dalam fakultas tubuh dan akal budi. (fakultas artinya kemampuan) De facto, kemampuan manusia itu berbeda-beda, tetapi mengapa bagi Hobbes disebut sama? Mengapa de facto manusia terlahir beda? De facto manusia berbeda dalam kemampuan fisik dan akal budi, mengapa manusia terlahir sama? Karena menurut Hobbes, perbedaan fisik dan akal budi tidak terlalu penting. Hobbes benar-benar melihat bahwa perbedaan ini tidak penting. Sama menurut Hobbes ialah semua manusia punya segala kemampuan untuk mempertahankan hidupnya dan mengancam yang lain. Manusia sama-sama bisa mengancam hidup manusia yang lain. Kalau Aristoteles, manusia sama karena punya tujuan yang sama. Bagi Hobbes, manusia sama karena punya titik tolak yang sama yaitu untuk mempertahankan hidupnya, manusia mengancam hidup orang lain. Hobbes mengambil sikap realisme. Manusia pada prinsipnya ingin membela hidupnya. Kalau manusia tidak mempertahankan hidupnya, itu karena Injil, Kitab Suci. Sebelum ada Kitab Suci, manusia, menurut Hobbes, selalu ingin mempertahankan diri.

Tinggalkan komentar

Filed under Diktat dan Catatan Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s