Filsafat Politik, 8 Februari 2013

Kita telah melihat sepintas soal apa yang dimaksud oleh judul-judul buku filsafat politik masing2 tokoh. Hugo Grotius adalah orang Belanda yang menjadi salah satu contoh filosof yang secara jelas mengurai natural law. Hal ini penting membuat sebuah hukum tidak direduksi pada semangat pertimbangan sosiologis kekinian. Contoh, hukum-hukum dewasa ini sering dilihat sebagai peraturan yang merupakan buah kesepakatan. Ini sebuah pemikiran yang sangat reduktif karena kalau hukum itu sebuah kesepakatan, artinya hukum sangat dipengaruhi oleh siapa yang ambil bagian dalam kesepakatan itu. Hukum menjadi pertimbangan-pertimbangan yang sering kali dimiliki oleh para elit, sebab tidak semua orang bisa masuk dan ambil bagian dalam hukum tersebut. Hukum tidak bisa mengakomodasi semua, namun hanya elit misalnya para anggota DPR dan mereka yang bertanggung jawab atas komunitas (wali kota, ketua RT). Natural law menepis kekinian seperti ini. Hukum dicegah agar jangan sampai menjadi miliki sekelompok orang saja tetapi berasal dari kebenaran, akal budi dan kodrat manusia. Keharusan ini difondasikan pada apa yang menjadi ketentuan hidup bersama, bahwa tatanan hidup bersama itu harus mengejar kebaikan. Menurut Al Farabi, politik harus mengarahkan manusia kepada hidup yang penuh keutamaan (virtues live), hidup yang tidak diganggu oleh kemunafikan ketidakjujuran, korupsi, apa saja yang menghancurkan tata hidup bersama. Natural law memiliki minat studi ke arah ini, karena natural law berarti law which is base on nature, hukum yang didasarkan pada natura. Dan what is nature? Apa itu natura? If we look at greek philosophy, Stoa like to define nature as a law of gods. Natura adalah hukum para dewa. What we mean by perfection of life yaitu kepenuhannya bukan ukuran material, kekayaan, kekuasaan. Kepenuhan hidup tidak terletak pada nilai-nilai itu, tetapi pada natura. Bahwa natura adalah kepenuhan hidup, itu bukan something that out of date, yang kuno yang hanya milik masa lalu. Itu miliki masa sekarang. Dalam Hugo Grotius, natural law bukan milik masa lalu, tetapi milik masa kini.

Hobbes, Locke, dan Rousseau adalah tiga filosof wajib bagi orang yang mau belajar filsafat politik. Hal ini wajib dipelajari karena Hobbes adalah filosof yang menulis filsafat dengan pertama-tama menguraikan makna manusia. Hobbes adalah murid filosof klasik sekelas Plato, Socrates, dan Aristoteles. Dari para gurunya, Hobbes tahu bahwa untuk mengurai tata hidup bersama, yang pertama harus diurus adalah manusia. Siapakah manusia. Siapa manusia menurut Socrates, adalah jiwanya. Menurut Aristoteles, manusia adalah makhluk berakal budi. Penyebutan makhluk berakal budi, sebenarnya mau menggambarkan manusia itu makhluk macam apa? Apa yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya? Apa buktinya manusia itu berakal budi? Hobbes belajar sangat baik dari Aristoteles, bahwa manusia adalah makhluk berakal budi. Manusia disebut makhluk berakal budi karena dia bisa mengatakan masa depan, cita-cita, tujuan hidup. Dengan sesamanya, manusia dapat menentukan / merumuskan tujuan hidup bersama. Bagi Aristoteles, keburukan adalah pencederaan tujuan hidup bersama. Orang yang melukai tujuan hidup bersama artinya merusak kodrat manusia. Inilah keburukan, yaitu ketika orang tidak mengarahkan diri pada tujuan (bersama). Aristoteles membuat etika moral baru tanpa teologi dengan berpedoman pada apa yang disebut dengan tujuan. Jadi natura itu tujuan. Thomas Aquinas nanti mengatakan bahwa dosa bukan melanggar perintah Tuhan, melainkan contra natura. Dalam hubungannya dengan pasangan suami istri, dikatakan dalam moral etika, itu sesuatu yang kodrati. Tetapi bagi yang hidup selibat, itu tidak sesuai dengan tujuan. kaul selibat adalah pertaruhan dan pertarungan antara tekad dan fisik yang bertentangan. Dari Aristoteles kita melihat, mengerti dan memahami bahwa patokannya bukan pada yang lain selain tujuan hidup kita.

Bhagavad Gita juga mengatakan hal yang sama ketika Arjuna hendak berperang. Krisna mengatakan bahwa kodratmu sekarang adalah ksatria yang harus berperang. “Tujuanmu adalah berperang.” Arjuna berkata, “Aku tak bisa melawan orang-orang yang adalah orang-orang terdekatku yang memberi cinta dan kasih saya.” Krisna berkata, “Hai Arjuna, apa yang kamu lihat sekarang adalah apa yang kamu lihat dengan matamu. Dengan kedua matamu kamu melihat itu. tetapi ketika kami melihat dengan mata self-mu, tidak akan ada lagi pengetahuan semu. Kamu akan menemukan kebenaran yang sejati.” “Oh Krisna, ajarkanlah kepadaku bagaimana aku dapat melihat dan mendengar dengan self.” Inilah emblem pergulatan manusia.

Kembali ke filsafat politik. Filsafat politik memiliki inti yaitu ketika politik kembali bukan pada apa yang tampak wah, tetapi kembali pada apa yang menjadi tujuan hidup bersama. Thomas Hobbes mendeklarasikan diri sebagai yang mengambil jalan berbeda dengan Aristoteles. Di mana bedanya? “Manusia” Hobbes adalah makhluk yang sendirian, kesepian. Ketika manusia menjadi homini lupus, tidak ada manusia yang dapat hidup bersama. Manusia selalu menerkam, memakan, menghantam yang lain. Hobbes tidak sedang berilusi, tetapi ia berada pada disposisi di mana manusia di hadapannya adalah pribadi yang tak pernah puas dengan apa yang dia miliki, menghancurkan yang lain, iri dan cemburu dengan yang lain. Hobbes menjelaskan kodrat manusia dalam kondisi alamiahnya, state of nature. State of nature is the state where Three is no law, constitution, leaders. Kalau manusia hidup dalam keadaan seperti itu, apa yang kira-kira akan terjadi? Skenario Hobbes menggarap manusia pada kondisi alamiahnya. Ketika kondisi alamiah manusia seperti itu, apa jadinya sebuah negara? Kalau manusia itu sama lain selalu bertengkar, apa yang harus dilakukan negara? Negara harus seperti apa saja yang kuat untuk menghentikan pertengkaran itu. Sekuat apa? Sekuat binatang yang amat kuat, yaitu Leviatan.

Tinggalkan komentar

Filed under Diktat dan Catatan Kuliah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s