KONDISI MANUSIA DALAM STATE OF NATURE DALAM HAKEKAT NEGARA MENURUT THOMAS HOBBES DAN JOHN LOCKE

Menurut Thomas Hobbes

Hobbes dikenal dengan pandangannya tentang “Negara sebagai Leviathan”. Adagio ini berawal dari pandangannya di mana manusia mimiliki kodrat egois dan antisosial. Jika demikian, bagaimana mungkin manusia yang egois dan anti sosial dapat hidup bermasyarakat? Untuk itu Hobbes menjawab melalui pandangannya tentang “Negara Alami” (state of nature), yang merupakan awal dari semua pemerintahan manusia.[1]

Dalam negara alami sebelum ada pemerintahan, setiap manusia ingin memertahankan hidupnya, menguasai orang lain, tidak ada kepemilikan, tidak ada keadilan atau ketidak adilan. Di dalamnya hanya perang dan kekuatan serta penipuan.[2] Lalu terjadi perubahan, manusia mulai menyatukan diri dan mengadakan kontrak sosial, semacam perjanjian damai yang menjadi dasar kehidupan sosial. Namun untuk memperkuat perjanjian ini, mereka menyerahkan kekuasaan dan hak-hak kodrati mereka semua kepada lembaga yang disebut negara.[3] Orang banyak yang bersatu ini disebutnya sebagi sebuah persemakmuran “Leviathan” (raksasa laut).

Warga negara itu harus memilih penguasa, ketika penguasa terpilih, itu berarti kekuasaan masyarakat itu berakhir. Warganegara kehilangan semua haknya, kecuali pemerintah memberi kebijakan lain. Mengapa demikian? Ini karena perjanjian itu mengharuskan ketundukan (kekuasaan yang tidak terbatas) di tangan penguasa yang mereka pilih.[4] Peran rakyat dalam sistem Hobbes berakhir dengan terpilihnya seorang penguasa. Semua harus ditentukan oleh penguasa. Masyarakat wajib mematuhi apa yang menjadi keputusan dari penguasa yang dipilihnya.

 

Menurut John Locke

Berbeda dengan Hobbes, konsep State of Nature Jhon Locke adalah keadaan manusia dimasa lampau yang damai, tidak ada perang, kedudukannya sama, dan berkeadilan, manusia hidup bermasyarakat dengan diatur oleh hukum-hukum kodrat. Gagasan negara alami yang paling mendekati defenisi negara alami yang ada dalam pemikiran Locke adalah: “manusia hidup bersama sesuai dengan pertimbangan nalar mereka, tanpa adanya pihak-pihak yang berposisi diantara mereka di dunia, dan masing-masing berwewenang untuk saling menilai sesamanya, itulah gambaran negara alami”.[5]

Gambaran awal yang baik dan indah dari manusia. Jika demikian, bagaimana terbentuknya negara? Untuk apa adanya negara? Locke menjawab bahwa justru karena keadaan yang damai, bebas, indah, harmonis, dan independen dari manusia harus dipertahankan serta menjamin keamanan seluruh masyarakat maka dibutuhkan negara. Negara pun terbentuk dengan adanya keinginan mempertahankan situasi yang demikian. Maka,masyarakat melakukan kontrak sosial yang menghasilkan pemerintahan yang berkuasa, yang dibatasi oleh hukum-hukum dasar tertentu.[6]

Bentuk kekuasaan dari pemerintahan yang didasarkan pada kontrak sosial itu berbeda dengan pandangan Hobbes. Menurut Locke pemerintahan merupakan bagian dari kelompok dalam kesepakatan itu, yang dapat dituntut mundur jika gagal dalam tugasnya. Kekuasaan ini hanya berkisar pada kemasyalatan saja. Menurutnya “tujuan pertama dan utama dari orang-orang yang bersatu dalam sebuah negara, dan menempatkan diri dibawah pemerintahan adalah penjagaan harta milik mereka” dan lebih lanjut ia mengatakan” kekuasaan tertinggi tidak dapat mengabil alih hak milik seseorang tanpa persetujuan mereka.[7] Untuk itu agar kekuasaan pemerintah itu tidak menjadi suatu tirani bagi masyarakat diperlukan pemisahan kekuasaan antara eksekutif dan legislatif.[8]

 

Penilaian atas Pandangan Keduanya

Perbedaan gagasan ditampilkan oleh kedua filsuf di atas. Thomas Hobbes yakni kondisi awali manusia digambarkan sebagai manusia yang egois dan anti sosial. Negara timbul akibat kerjasama sosial, berkaitan dengan situasi awali manusia yang egois, yaitu untuk menjaga kekacauan, ketidakadilan, dan kekerasan akibat situasi awali. Negara menjadi penguasa absolut dan masyarakat kehilangan kebebasannya. Di pihak satunya, Jhon Locke memandang situasi awali manusia yang penuh keadilan, damai, dan kebaikan. Negara timbul untuk mempertahankan situasi awali, kedamaian, keharmonisan, dan kebaikan manusia. Negara tidak menjadi kekuasaan absolut, dapat diturunkan jika gagal melaksanakan tugasnya dan jika melanggar hak masyarakat.

Secara pribadi saya tidak setuju dengan gagasan awali Hobbes dan sistem politik pemerintahannya yang absolut, yang akhirnya begitu membatasi masyarakat. Jika harus memilih, pilihan akan jatuh pada gagasan Jhon Locke. Pandangan awali Hobbes begitu memandang rendah manusia, seakan tidak ada yang baik dari manusia, dan hanya kekacauanlah milik manusia. Bukankah negara dijalankan oleh manusia juga. Jika demikian, mengapa manusia yang sama, yang kacau, justru harus memimpin dan mengatur? Sistem pemerintahan negara yang begitu absolut, yang semua harus diatur dan tunduk pada keputusan negara, justru membuat pribadi manusia tertekan, dan kehilangan daya kritis dan kreatifnya.

Gagasan Jhon Locke sebaliknya, lebih pada penghargaan pada manusia. Menghormati hak-hak pribadi.Gagasan negaranya tidak menekan, justru menjadi bagian dari masyarakat itu. Maka, adanya ruang tersebut membuat manusia lebih kritis dan kreatif dalam hidup dalam menjalankan tanggungjawab kepada negara dan sesama, dan juga dapat menuntut hak-hak yang menjadi miliknya.

 

[1]Bertrand Russell, Sejarah Filsafat Barat, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002, p. 723

[2] Ibid.

[3] F. Budi Hardiman, Filsafat Modern: Dari Machiavalle Sampai Nietzsche, Jakarta: 2007, p. 71

[4] Bertrand Russell, Ibid., p 724

[5] Bertrand Russell., Loc. Cit., p. 821

[6] F. Budi hardiman., Loc.Cit., p. 81

[7] Bertrand Russell, Ibid., p. 821

[8] F. Budi hardiman, Ibid., p. 81

Tinggalkan komentar

Filed under Filsafat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s